![]() |
| Lilik dalam berbagai media lokal dan nasional |
Upaya membangun kemandirian desa terus dilakukan melalui berbagai kegiatan nyata di tengah masyarakat. Salah satunya tampak dalam kegiatan ketahanan pangan yang digelar di kawasan lahan pertanian desa, di mana Lilik hadir langsung mendampingi warga dan kelompok tani. Dengan mengenakan busana sederhana dan masker, Lilik turun ke lahan, menyapa petani, serta memberikan arahan terkait pemanfaatan lahan produktif untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program penguatan ketahanan pangan desa yang digagas secara kolaboratif antara pemerintah desa, kelompok wanita tani, serta relawan masyarakat. Di tengah hamparan tanaman sayuran yang mulai tumbuh, Lilik menyampaikan pentingnya peran desa dalam menjaga stabilitas pangan, terutama di tengah tantangan ekonomi dan perubahan iklim. Menurutnya, desa tidak boleh hanya menjadi konsumen, tetapi juga harus mampu menjadi produsen pangan yang mandiri dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Lilik menekankan bahwa pembangunan desa tidak selalu identik dengan proyek fisik berskala besar. Justru, langkah kecil seperti pengelolaan kebun desa, pemanfaatan pekarangan, dan pendampingan langsung kepada warga menjadi fondasi penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat. “Ketahanan pangan adalah kekuatan desa. Jika pangan kuat, maka ekonomi keluarga juga akan ikut menguat,” ujarnya di hadapan warga.
Antusiasme warga terlihat jelas. Sejumlah anggota kelompok wanita tani tampak sibuk membersihkan gulma dan merawat tanaman, sementara beberapa warga lain mendokumentasikan kegiatan tersebut. Kehadiran Lilik di tengah aktivitas pertanian memberi semangat tersendiri bagi masyarakat, karena mereka merasa didampingi dan diperhatikan secara langsung. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap program desa.
Selain berdialog dengan warga, Lilik juga meninjau hasil tanam serta mendengarkan berbagai masukan terkait kendala yang dihadapi petani, mulai dari ketersediaan bibit hingga pengelolaan lahan. Masukan tersebut, menurut Lilik, akan menjadi bahan evaluasi untuk menyusun program lanjutan agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Lilik berharap desa mampu menjadi contoh dalam pengelolaan ketahanan pangan berbasis partisipasi masyarakat. Dengan kolaborasi dan komitmen bersama, pembangunan desa tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Langkah sederhana yang dilakukan hari ini diyakini akan menjadi pondasi kuat bagi desa yang mandiri, tangguh, dan sejahtera di masa depan.
![]() |
| ketahanan pangan yang ia lakukan waktu itu |


0 Komentar