KIPRAH SEBAGAI PEMIMPIN DESA

LILIK RATNAWATI SAAT WISUDA S2 


Biografi Lilik Ratnawati

Mantan Kepala Desa Plawikan

Lilik Ratnawati dikenal sebagai salah satu figur perempuan desa yang berperan penting dalam dinamika pemerintahan dan pembangunan Desa Plawikan. Kiprahnya sebagai mantan Kepala Desa Plawikan meninggalkan jejak kepemimpinan yang kuat, khususnya dalam tata kelola pemerintahan desa, pelayanan masyarakat, serta penguatan peran perempuan dalam ruang publik desa.

Latar Belakang dan Karakter Pribadi

Sebagai sosok yang tumbuh dan besar dalam lingkungan masyarakat desa, Lilik Ratnawati memiliki kedekatan emosional dengan warganya. Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan musyawarah menjadi fondasi utama dalam cara berpikir dan bertindaknya. Kepribadian yang tegas namun komunikatif menjadikannya mudah diterima lintas kalangan, baik tokoh masyarakat, perangkat desa, maupun warga biasa.

Ia dikenal sebagai pribadi yang disiplin, terbuka terhadap kritik, dan memiliki semangat belajar yang tinggi. Hal tersebut tercermin dari caranya memimpin pemerintahan desa yang adaptif terhadap perubahan zaman, namun tetap berpijak pada kearifan lokal.

Perjalanan Kepemimpinan sebagai Kepala Desa

Dalam masa pengabdiannya sebagai Kepala Desa Plawikan, Lilik Ratnawati memikul tanggung jawab besar dalam mengelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel. Ia menempatkan pelayanan publik sebagai prioritas utama, dengan mendorong aparatur desa agar bekerja lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Gaya kepemimpinannya menekankan musyawarah mufakat, melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh pemuda, serta kelompok perempuan dalam proses pengambilan keputusan. Baginya, pembangunan desa tidak cukup hanya dengan infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh aspek sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Kontribusi dalam Pembangunan Desa

Selama memimpin, Lilik Ratnawati aktif mendorong perencanaan pembangunan desa yang partisipatif. Setiap program dirancang melalui forum desa agar aspirasi warga benar-benar menjadi dasar kebijakan. Prinsip keadilan dan pemerataan menjadi perhatian utama, sehingga pembangunan tidak hanya terpusat pada satu wilayah, melainkan menyentuh seluruh dusun dan kelompok masyarakat.

Ia juga dikenal memberi ruang besar bagi pemberdayaan perempuan, mendorong keterlibatan kaum ibu dalam kegiatan ekonomi desa, sosial kemasyarakatan, serta organisasi desa. Langkah ini secara perlahan mengubah pandangan bahwa perempuan hanya menjadi pelengkap, menjadi mitra strategis dalam pembangunan.

Hubungan dengan Lembaga Desa dan Masyarakat

Hubungan kerja Lilik Ratnawati dengan BPD, LPMD, PKK, dan lembaga desa lainnya terjalin secara sinergis. Ia memandang perbedaan pendapat sebagai kekuatan demokrasi desa, bukan sebagai hambatan. Karena itu, komunikasi intens dan koordinasi rutin menjadi kebiasaan dalam pemerintahannya.

Di mata masyarakat, ia dikenal dekat dan mudah ditemui. Aspirasi warga tidak hanya didengar melalui forum resmi, tetapi juga melalui dialog langsung dalam kegiatan kemasyarakatan sehari-hari.

Masa Purna Tugas dan Keteladanan

Setelah tidak lagi menjabat sebagai Kepala Desa Plawikan, Lilik Ratnawati tetap dikenang sebagai figur pemimpin perempuan yang memberikan teladan dalam pengabdian. Ia menjadi simbol bahwa kepemimpinan desa tidak ditentukan oleh gender, melainkan oleh integritas, kemampuan, dan keikhlasan melayani.

Pengalaman dan rekam jejaknya menjadi referensi berharga bagi generasi muda desa dan calon pemimpin desa di masa depan, khususnya bagi perempuan yang ingin berkiprah di ranah pemerintahan dan sosial kemasyarakatan.

Penutup

Biografi Lilik Ratnawati adalah kisah tentang pengabdian, keberanian mengambil tanggung jawab, dan komitmen membangun desa dari dalam. Sebagai mantan Kepala Desa Plawikan, ia telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah desa, meninggalkan warisan nilai kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan dan kebersamaan.

Posting Komentar

0 Komentar