KIPRAH KEPEMIMPINAN LILIK RATNAWATI

UCAPAN TERIMA KASIH KEPADA MAYARAKJAT PLAWIKAN 

DARI DESA PLAWIKAN MENUJU DESA SUMYANG
MELANJUTKAN PENGABDIAN MEMBANGUN DESA TAHUN 2027

I. Kepemimpinan yang Tumbuh dari Amanah Rakyat

Kepemimpinan di tingkat desa bukan sekadar jabatan administratif, melainkan amanah sosial yang menuntut kepekaan, keteguhan hati, dan keberanian mengambil keputusan. Sosok Lilik Ratnawati, S.Pd., M.IP. telah membuktikan bahwa kepemimpinan desa dapat dijalankan dengan penuh dedikasi, ketulusan, serta orientasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.

Selama menjabat sebagai Kepala Desa Plawikan, Lilik Ratnawati dikenal sebagai pemimpin yang hadir di tengah warga, bukan hanya di balik meja birokrasi. Ia menempatkan pelayanan publik sebagai roh utama pemerintahan desa. Setiap kebijakan, program, dan langkah pembangunan selalu berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar formalitas administratif.

Kepemimpinannya dibangun di atas prinsip transparansi, partisipasi, dan keberlanjutan. Dalam praktiknya, masyarakat Desa Plawikan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi turut dilibatkan sebagai subjek yang berperan aktif dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan. Inilah fondasi kuat yang menjadikan kepemimpinan Lilik Ratnawati tidak diragukan dan dikenang sebagai kepemimpinan yang membumi.


PEMBERDAYAAN PEREMPUAN TENTANG KETAHANAN PANGAN

II. Membangun Desa Plawikan: Dari Tata Kelola hingga Pemberdayaan

Selama masa kepemimpinannya, Desa Plawikan mengalami perubahan signifikan, baik dalam aspek tata kelola pemerintahan desa maupun pembangunan sosial kemasyarakatan. Lilik Ratnawati menaruh perhatian besar pada tertib administrasi desa, transparansi anggaran, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Pemerintahan desa dijalankan secara profesional dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas. Setiap program pembangunan disosialisasikan secara terbuka kepada masyarakat. Hal ini menumbuhkan kepercayaan publik dan memperkuat hubungan antara pemerintah desa dan warga.

Di bidang pembangunan fisik, kepemimpinan Lilik Ratnawati berhasil menghadirkan infrastruktur desa yang lebih layak dan merata. Namun ia menyadari bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada beton dan aspal semata. Oleh karena itu, ia menyeimbangkan pembangunan fisik dengan pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor ekonomi kerakyatan, pendidikan, dan sosial budaya.

Perempuan, pemuda, dan pelaku UMKM desa mendapat ruang untuk tumbuh. Program-program pelatihan, pendampingan, serta penguatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dari visi besar membangun desa yang mandiri dan berdaya saing.


SALING KERJASAMA UNTUK MEMBANGUN DESA

III. Kepemimpinan Perempuan yang Humanis dan Tegas

Sebagai perempuan yang memimpin desa, Lilik Ratnawati menghadirkan warna tersendiri dalam tata kelola pemerintahan desa. Ia menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan bukan kelemahan, melainkan kekuatan. Pendekatannya yang humanis berpadu dengan ketegasan dalam mengambil keputusan strategis.

Dalam menghadapi dinamika sosial desa—perbedaan pendapat, kritik, hingga konflik kepentingan—Lilik Ratnawati memilih jalur dialog dan musyawarah. Namun ketika kepentingan masyarakat luas dipertaruhkan, ia tidak ragu bersikap tegas demi menjaga marwah pemerintahan desa.

Kepemimpinan seperti inilah yang membuatnya dihormati lintas kalangan: tokoh masyarakat, perangkat desa, hingga generasi muda. Ia menjadi simbol bahwa perempuan mampu memimpin dengan integritas dan visi yang jelas.


IV. Mengakhiri Masa Jabatan, Bukan Mengakhiri Pengabdian

Berakhirnya masa jabatan sebagai Kepala Desa Plawikan bukanlah akhir dari pengabdian Lilik Ratnawati. Justru dari titik inilah lahir kesadaran baru bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak dibatasi oleh jabatan struktural semata.

Pesan perpisahan yang disampaikannya penuh dengan kerendahan hati, ungkapan terima kasih, dan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Plawikan. Sikap ini mencerminkan kedewasaan seorang pemimpin yang memahami bahwa keberhasilan pembangunan adalah hasil kerja bersama, bukan kerja individu.

Jejak kepemimpinannya di Desa Plawikan meninggalkan fondasi kuat yang dapat dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Ia pergi bukan dengan meninggalkan kekosongan, melainkan warisan nilai, sistem, dan semangat membangun desa.


TAK DIRAHUKAN LAGI UNTUK JADI KEPALA DESA

V. Tahun 2027: Melanjutkan Pengabdian di Desa Sumyang

Memasuki tahun 2027, semangat pengabdian Lilik Ratnawati kembali menemukan ruang aktualisasi baru, yakni dengan tekad untuk membangun dan mengabdi di Desa Sumyang. Keputusan ini lahir dari panggilan nurani untuk terus berkontribusi bagi masyarakat desa yang membutuhkan kepemimpinan berpengalaman, berintegritas, dan visioner.

Desa Sumyang dipandang sebagai wilayah dengan potensi besar yang perlu dikelola secara terencana dan berkelanjutan. Dengan bekal pengalaman memimpin Desa Plawikan, Lilik Ratnawati membawa visi pembangunan desa yang berorientasi pada:

  1. Penguatan tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan transparan

  2. Pembangunan ekonomi desa berbasis potensi lokal dan UMKM

  3. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan

  4. Pemberdayaan perempuan dan pemuda sebagai motor penggerak desa

  5. Pembangunan sosial yang harmonis dan berkeadilan

Ia meyakini bahwa Desa Sumyang memiliki kekuatan sosial dan budaya yang dapat menjadi modal utama pembangunan. Dengan pendekatan partisipatif, masyarakat desa diharapkan menjadi mitra aktif dalam setiap proses pembangunan.


VI. Harapan dan Masa Depan Desa

Kiprah Lilik Ratnawati adalah gambaran tentang kesinambungan pengabdian. Dari Desa Plawikan menuju Desa Sumyang, ia membawa satu pesan kuat: desa akan maju jika dipimpin dengan hati, dikelola dengan ilmu, dan dibangun bersama masyarakat.

Tahun 2027 bukan sekadar momentum politik atau pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi babak baru dalam perjalanan panjang membangun desa yang mandiri, bermartabat, dan berkelanjutan. Dengan pengalaman, komitmen, dan kepercayaan masyarakat, Lilik Ratnawati diyakini mampu kembali menghadirkan perubahan positif bagi Desa Sumyang.


Penutup

Kepemimpinan sejati tidak diukur dari lamanya menjabat, tetapi dari seberapa dalam jejak yang ditinggalkan. Lilik Ratnawati telah membuktikan bahwa pengabdian kepada desa adalah panggilan jiwa. Dari Plawikan hingga Sumyang, dari masa jabatan hingga masa depan, semangat membangun desa terus menyala.

SAATNYA MEMIMPIN DESA SUMYANG



Posting Komentar

0 Komentar